Bos TGUK Terus Terang soal Kondisi Perusahaan
JAKARTA, investor.id โ Saham PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) melanjutkan reli dengan bergerak di rentang Rp 98-100 per saham.
Penguatan saham TGUK berlangsung ketika perseroan tengah melanjutkan proses pengambilalihan yang akan memasuki tahapan mandatory tender offer (MTO).
Bagi TGUK, MTO merupakan bagian penting dari rangkaian proses pengambilalihan yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik. Proses tersebut kini kembali dilanjutkan bersama pihak-pihak terkait sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku.
Direktur Utama TGUK Agus Suhada mengatakan kelanjutan proses pengambilalihan menjadi bagian dari agenda perseroan untuk memasuki tahap berikutnya.
โKelanjutan proses mandatory tender offer merupakan bagian penting dari rangkaian proses pengambilalihan TGUK yang sebelumnya telah kami sampaikan kepada publik. Perseroan bersama pihak-pihak terkait terus melanjutkan proses tersebut sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku,โ ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).
Rencana melanjutkan MTO disampaikan TGUK dalam surat Nomor 214/PWN/DIR/IX/2026 tertanggal 3 September 2026 kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam surat tersebut, Perseroan menyebut MTO sebagai bagian dari keseluruhan proses pengambilalihan yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dan mengalami penundaan pada 2025.
Menurut Agus, proses korporasi tersebut berjalan bersamaan dengan penguatan bisnis yang tengah dilakukan perseroan.
โBagi kami, proses korporasi dan pengembangan bisnis merupakan dua hal yang berjalan beriringan. Karena itu, selain memastikan setiap tahapan MTO berjalan sesuai ketentuan, kami juga terus memperkuat bisnis yang saat ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perseroan,โ katanya.
Sementara itu, dalam materi public expose yang dipublikasikan TGUK pada 5 Juni 2026 disebutkan rencana aksi korporasi perseroan pada tahun 2026, yakni pelaksanaan transaksi pengambilalihan oleh pengendali baru yakni VCG, penawaran tender wajib, dan rights issue.
Perkembangan tersebut terlihat dari perubahan struktur pendapatan TGUK setelah perseroan mulai mengoperasikan bisnis perdagangan daging beku pada akhir 2025.
Pada kuartal I-2026, perdagangan daging menyumbang sekitar Rp 200,7 miliar atau 99,6% dari total pendapatan TGUK. Sementara lini makanan dan minuman memberikan kontribusi sekitar Rp 0,7 miliar atau 0,4%.
Bisnis tersebut berfokus pada perdagangan dan distribusi frozen meat, dengan pengelolaan rantai pasok, ketersediaan produk, cold chain, jaringan pemasok, serta jaringan distribusi sebagai bagian dari pengembangan operasionalnya.
TGUK juga menyiapkan pengembangan jaringan distribusi dan basis pelanggan serta konsep Toko Daging Platinum yang mengintegrasikan perdagangan daging beku, frozen processed food, dan bisnis makanan dan minuman. Strategi tersebut diarahkan untuk menjadikan bisnis perdagangan daging sebagai salah satu pilar utama pendapatan dan profitabilitas Perseroan.
Penguatan bisnis tersebut mulai tercermin pada kinerja keuangan semester I-2026. TGUK membukukan penjualan Rp 327,35 miliar dan laba bersih Rp 2,50 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp 8,44 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Agus mengatakan perbaikan kinerja tersebut menjadi bagian dari fokus perseroan dalam menjalankan fase pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
โKami melihat momentum pertumbuhan yang mulai terbentuk ini harus dijaga. Kelanjutan MTO akan berjalan seiring dengan upaya memperkuat fundamental usaha, memperluas distribusi, dan mengembangkan bisnis yang telah menjadi sumber utama pendapatan Perseroan,โ kata Agus.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Tidak ada komentar saat ini!