TGUK Ubah Arah Bisnis, Perdagangan Daging Beku Jadi Mesin Pendapatan
Jakarta, Beritasatu.com - Perdagangan daging beku kini menjadi penopang utama bisnis PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK). Perubahan arah usaha yang dimulai pada akhir 2025 itu berkontribusi hampir seluruh pendapatan perseroan pada kuartal I 2026, sekaligus mengiringi perbaikan kinerja keuangan hingga semester I tahun ini.
Berdasarkan data perseroan, perdagangan daging menyumbang sekitar Rp 200,7 miliar atau 99,6% dari total pendapatan TGUK pada kuartal I 2026. Sementara itu, lini makanan dan minuman hanya memberikan kontribusi sekitar Rp 700 juta atau 0,4%.
Dominasi tersebut menandai perubahan struktur pendapatan TGUK yang sebelumnya dikenal melalui bisnis makanan dan minuman. Kini, perseroan mengandalkan perdagangan daging beku dengan dukungan jaringan pemasok, pengelolaan rantai pasok, fasilitas rantai dingin (cold chain), serta distribusi produk.
Untuk memperluas bisnis tersebut, TGUK menyiapkan pengembangan jaringan distribusi dan basis pelanggan. Perseroan juga merencanakan konsep Toko Daging Platinum yang menggabungkan penjualan daging beku, makanan olahan beku, serta produk makanan dan minuman.
Direktur Utama TGUK Agus Suhada mengatakan pengembangan bisnis perdagangan daging beku tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat kemampuan perseroan menghasilkan laba.
โPerdagangan daging beku telah menjadi kontributor utama pendapatan TGUK. Ke depan, kami ingin memperkuat bisnis ini melalui perluasan jaringan distribusi, pengembangan basis pelanggan, dan peningkatan efektivitas rantai pasok. Kami ingin pertumbuhan bisnis tersebut juga mendukung profitabilitas Perseroan,โ ujar Agus, Senin (19/10/2026).
Perubahan arah bisnis tersebut sejalan dengan perbaikan kinerja keuangan TGUK. Pada semester I 2026, perseroan membukukan penjualan Rp 327,35 miliar dengan laba bersih Rp 2,50 miliar.
Capaian ini berbalik dari kondisi pada semester I 2025, ketika TGUK masih mencatat rugi bersih Rp 8,44 miliar. Meski telah kembali mencetak laba, perseroan masih perlu menjaga konsistensi kinerja melalui pengendalian biaya, pengelolaan modal kerja, dan efisiensi operasional.
Agus Suhada juga mengungkapkan bahwa Visionary Capital Global Pte. Ltd. (VCG) resmi menjadi pemegang saham pengendali setelah mengambil alih 2.030.032.377 saham TGUK milik PT Dinasti Kreatif Indonesia (DKI) pada tanggal 2 Oktober 2026. Transaksi pengambilalihan tersebut bernilai sekitar Rp 40,60 miliar dengan harga pelaksanaan Rp 20 per saham, menjadikan VCG memegang kepemilikan sebesar 56,84% di TGUK.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Tidak ada komentar saat ini!